Indikator
  • Undercontruction
Opini

Nalar Pendidikan Karakter Plato

Home / Opini / Nalar Pendidikan Karakter Plato
Nalar Pendidikan Karakter Plato Herlianto, santri STF Al Farabi Kepanjen Malang (Grafis: TIMES Indonesia)

SEMARANGTIMES, MALANG – SEMUA paham bahwa pendidikan di negara ini bak main puzzle secara bergantian, tidak suka dengan bentuk susunan B diganti bentuk C, dan diganti D, dan seterusnya. Namun belum ada yang benar-benar berhasil menyusunnya dengan tepat.

“Ganti rezim ganti kurikulum” adalah kejengkelan setiap orang mulai dari orang tua hingga dewan guru. Sedihnya, yang berganti hanya bentuknya tetapi hakikatnya tetap sama: ujung-ujungnya UN (Ujian Nasional).

Belakangan dirumuskan pendidikan karakter, tetapi ini juga masih menjadi diskursus yang terus berkembang. Kemana “karakter” akan diasosiasikan merupakan perbincangan yang dinamis.

Apakah “pendidikan karakter” berarti membawa kekhasan tradisi, agama, nilai-nilai kebangsaan, filsafat, atau apa? Tentu saja “karakter” adalah term yang terbuka. Masih mungkin untuk diutuhkan dengan berbagai kerangka lainnya.  

Keterbukaan “karakter” inilah yang mendorong penulisan artikel ini. Tulisan ini ingin mengajak pembaca untuk retrospektif pada pendiri universitas pertama di dunia (Akademia) yaitu Plato. Tepatnya, mengintip bagaimana pemikir kenamaan Yunani ini merumuskan pendidikan yang seharusnya (Das Sollen) bagi manusia.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com