Sanusi Direkom PDI Perjuangan, Pengamat: Kalau Mau Menang, PKB Harus Koalisi

Home / Berita / Sanusi Direkom PDI Perjuangan, Pengamat: Kalau Mau Menang, PKB Harus Koalisi
Sanusi Direkom PDI Perjuangan, Pengamat: Kalau Mau Menang, PKB Harus Koalisi HM Sanusi (FOTO: Mohammad Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

TIMESSEMARANG, MALANG – style="margin-left:0cm; margin-right:0cm; text-align:justify">Merapatnya HM Sanusi ke PDI Perjuangan sempat mengejutkan publik. Duet Sanusi-Didik yang direkomendasikan DPP PDI Perjuangan dinilai sebagai pukulan telak bagi PKB, partai pimpinan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Brawijaya (UB), Dr Anang Sujoko, PKB terlalu lama melakukan penggodokan Bakal calon (Bacalon).

"Rekom PDI Perjuangan ke Sanusi merupakan indikator jika PKB masih bimbang dengan Sanusi. PKB pasti merasa kaget. Ini bisa jadi introspeksi," kata Anang, saat dihubungi TIMES Indonesia, Kamis (20/2/2020).

Bagaimana pun, kata dia, rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa sosok Sanusi tidak diam. Bupati Malang itu pasti sudah mulai bermain karena sikap PKB tidak jelas.

Tentu, keputusan Sanusi merapat ke PDI Perjuangan tidak ujuk-ujuk diputuskan sehingga keluar duet Sanusi bersama Didik Gatot Subroto yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang dan Ketua DPRD Kabupaten Malang.

"Rekom itu bisa dipastikan sudah melalui proses "transaksional" yang dianggap DPP PDI Perjuangan tidak akan merugikan partai. Posisi incumbent bisa menjadi salah faktor penting dalam rekom tersebut," ujar pakar komunikasi politik itu.

Bergesernya Sanusi dari PKB ke PDI Perjuangan, lanjut Anang, merupakan hal yang biasa di politik. Tikung-menikung sudah menjadi siasat politik.

"Tergantung dari AD/ART PKB. Dalam komunikasi politik, etika adalah hal ditaruh paling bawah. Aturan saja bisa siasati, apalagi etika. Sekali rekom ini terkait dengan kecepatan partai politik dalam mempersiapkan kemenangan di Pilkada," jelasnya.

Lantas bagaimana nasib PKB ke depan? Anang membaca peluang masih besar ada di parpol yang basisnya warga Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. PKB bisa merapat dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk menghadapi Pilkada Kabupaten Malang.

"Kalau mau menang dengan sebaik-baiknya, koalisi menjadi pilihan utama. Namun ada "transaksi" yang harus diselesaikan Sanusi ke PKB," imbuhnya.

Transaksi yang dimaksud Anang adalah soal status kader dan komitmen kepada PKB serta konstituennya.

Namun, politik itu dinamis. Banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi. Seandainya PKB harus mengusung calonnya sendiri, PKB masih mempunyai peluang.

Hal yang harus dipastikan menurut Anang adalah PKB bisa menyentuh masyarakat kalangan akar rumput (grass roots). Pastikan ada simpul-simpul masyarakat yang harus dipegang. Karena PDI Perjuangan juga punya basis sendiri yakni kelompok nasionalis. "Sosok Kiai NU masih kuat dan tokoh-tokoh masyarakat masih bisa berperan untuk memenangkan HM Sanusi," pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com