Pilkada Kabupaten Malang

Merekom Sanusi, PDI Perjuangan Dinilai Gagal Di sektor Kaderisasi

Home / Berita / Merekom Sanusi, PDI Perjuangan Dinilai Gagal Di sektor Kaderisasi
Merekom Sanusi, PDI Perjuangan Dinilai Gagal Di sektor Kaderisasi HM Sanusi (FOTO: Yatim Ainun/TIMES Indonesia)

TIMESSEMARANG, MALANGRekomendasi yang diberikan DPP PDI Perjuangan kepada pertahanan HM Sanusi, untuk maju di Pilkada Kabupaten Malang dinilai bentuk kegagalan PDI Perjuangan dalam proses kaderisasi.

DPP PDI Perjuangan memutuskan petahana HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto untuk maju pada Pilkada Kabupaten Malang 2020. Hal ini sesuai dengan surat keputusan dari DPP PDI Perjuangan Nomor 1196/IN/DPP/II/2020 yang ditandatangani Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Brawijaya (UB), Dr Anang Sujoko menilai dalam konteks ini, PDI Perjuangan gagal melakukan kaderisasi untuk menjadikan kadernya di posisi nomor 1. Padahal PDI Perjuangan menguasai kursi di DPRD.

"Komposisi tersebut menunjukkan jika PDI Perjuangan tidak yakin dengan kadernya sendiri untuk menjadi nomor satu," katanya, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Kamis (20/2/2020).

Meskipun begitu, langkah PDI Perjuangan dengan menjatuhkan rekomnya kepada Sanusi menjadi pukulan telak bagi PKB. Bahkan, sempat muncul di permukaan statemen yang menyebutkan PDI Perjuangan menang sebelum Pilkada dimulai. Artinya, menang langkah.

"Rekom PDI Perjuangan ke Sanusi merupakan indikator jika PKB masih bimbang dengan Sanusi. PKB pasti merasa kaget. Ini bisa jadi introspeksi," ujar Anang.

Bagaimana pun, kata dia, rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa sosok Sanusi tidak diam. Bupati Malang itu pasti sudah mulai bermain karena sikap PKB tidak jelas.

Tentu, keputusan Sanusi merapat ke PDI Perjuangan tidak ujuk-ujuk diputuskan sehingga keluar duet Sanusi bersama Didik Gatot Subroto yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang dan Ketua DPRD Kabupaten Malang.

"Rekom itu bisa dipastikan sudah melalui proses "transaksional" yang dianggap DPP PDIP tidak akan merugikan partai. Posisi incumbent bisa menjadi salah faktor penting dalam rekom tersebut," imbuhnya.

PKB masih punya peluang. Salah satu jalan PKB bisa merapat dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk menghadapi Pilkada Kabupaten Malang.

"Kalau mau menang dengan sebaik-baiknya, koalisi menjadi pilihan utama. Namun ada "transaksi" yang harus diselesaikan Sanusi ke PKB," ujarnya.

Rekomendasi DPP PDI Perjuangan yang menunjuk HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto merubah peta perpolitikan di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Parpol perlu menata ulang strategi yang dicanangkan untuk menduduki kursi nomor wahid di Kabupaten Malang. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com