Rapid Test di Pulau Taliabu, 16 Orang Dinyatakan Reaktif

Home / Berita / Rapid Test di Pulau Taliabu, 16 Orang Dinyatakan Reaktif
Rapid Test di Pulau Taliabu, 16 Orang Dinyatakan Reaktif Tim Gugus Taliabu Saat melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Bobong Taliabu (FOTO: Husen Hamid/TIMES Indonesia)

TIMESSEMARANG, TALIABU – Tim Gugus Tugas Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara mengkonfirmasi adanya 16 orang yang dinyatakan reaktif setelah melakukan rapid test Covid-19 pada Jumat (10/7/2020).

Satu di antaranya seorang penumpang kapal Al-Sudais yang terkonfirmasi reaktif setelah melakukan rapid test di pelabuhan Bobong. Ia diketahui baru saja melakukan perjalanan dari kota Ternate.

Humas Gugus Tugas Taliabu, Aema mengatakan, selain penumpang yang baru tiba di Ternate, beberapa di antaranya yang dikatakan reaktif adalah warga lokal.

Tim-Gugus-Taliabu-2.jpg

"Iya ada yang reaktif. Reaktif pertama itu adalah penumpang yang di-rapid test di dermaga, dia baru saja datang dari Ternate. Selain itu  ada juga warga lokal yang reaktif karena terpapar oleh orang-orang yang baru datang dari zona merah," kata Aema pada Selasa (14/7/2020).

Meski begitu, ia menyatakan hasil rapid test  tidak menyatakan positif atau negatif Covid-19. "Reaktif dan nonreaktif, itu artinya belum positif. Kita menunggu pemeriksaan swab," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Taliabu Sutomo Taepon mengatakan, dari 16 orang yang dinyatakan reaktif, 7 di antaranya telah melakukan karantina di penginapan yang disediakan.

Tim-Gugus-Taliabu-3.jpg

"Yang lain itu hasil pemeriksaan baru keluar tadi dan selain warga  ada tim medis yang dikatakan reaktif juga.  jadi kami berharap mereka mau melaksanakan protokol kesehatan yakni karantina dan jangan melakukan kontak dengan pihak keluarga atau tetangga," kata Sutomo.

Sutomo berharap warga, khususnya Bobong dan Wayo, agar melaksanakan protokol kesehatan untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19.

"Agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak dan jaga kebersihan. Agar kita bisa sama-sama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Pulau Taliabu," tegasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com