Apik Banget Angklung van Java di Hotel Tugu Malang

Home / Gaya Hidup / Apik Banget Angklung van Java di Hotel Tugu Malang
Apik Banget Angklung van Java di Hotel Tugu Malang Pertunjukan Indonesia's Cultural Dining Series ke 49, Angklung van Java menciptakan interaksi inten para turis asing dari Amerika Serikat dan Australia. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESSEMARANG, MALANG – Sebuah kolaborasi yang begitu apik, Rabu (15/1/2020) malam disuguhkan kelompok seniman D'Jaras kepada tamu Hotel Tugu Malang lewat tema Angklung van Java, mengawali Indonesia's Cultural Dining Series nya.

Tamu hotel, para turis asing dari Amerika Serikat dan Australia itu di sela santap malamnya, terkesima melihat para seniman dari berberbagai kelompok itu saat memainkan alat-alat musik berbahan dasar bambu itu. Misalnya Karinding dari Jawa Barat dan Rinding Asli Malang.

Para turis itu juga sempat diajak berinteraksi memainkan alat musik bambu itu.  Mereka juga ikut menari mengiringi alunan musik itu. Bahkan para seniman itu juga tak segan memberikan alat musik itu, gratis sebagai apresiasi mereka kepada para turis. Padahal alat-alat itu kalau dijual di luaran harga antara Rp 70 ribu sampai Rp 250 ribu.

hotel-tugu-b.jpg

Bukan hanya angklung saja, namun mereka memainkan harpa mulut dalam berbagai versi. Ada yang dengan sentuhan, ditutul, dibetot dan sebagainya. "Kami menxoba mengapresiasi dan berusaha membumikan alat musik berbasic bambu ini," kata Bejo Sandi, salah seorang seniman yang malam itu tampil.

Nuansa ruang Tirta Gangga di Hotel Tugu sudah sedemikian elegan dan eksotis dan bernafaskan magis karena terinspirasi oleh sejarah dari India, Arab, Cina dan Mongolia Silk and Spice Roads.

Malam itu para seniman yang antara lain dari P2S2 (Patrol Perkusi Sahabat Sejati) Lawang, Gubuk Baca Singosari, Teropong dan Teater Celoteh, menambah kekuatan magis itu melalui unggah-ungguh mereka mengawali acara.

hotel-tugu-c.jpg

Guest Relation Hotel Tugu Malang Richard Wardana pun menimpali, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 300 suku ini,  kaya dengan ragam seni dan budayanya.

Di setiap daerah, memiliki ciri khas budaya yang membedakan satu sama lain, mulai dari tarian daerah, lagu daerah, sampai alat musik daerah.

"Lewat Indonesia's Cultural Sining Series ini, kami menghargai itu sekaligus kami mencoba menguak dan melestarikannya. Event ini sudah yang ke-49 dalam kami menjamu para tamu setiap tanggal 15," katanya.

Kolaborasi alunan alat musik yang dimainkan D'Jaras malam itu adalah alat musik yang telah diakui sebagai "Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia” oleh UNESCO.

hotel-tugu-d.jpg

Grup D'Jaras sendiri memiliki visi dan misi untuk melestarikan musik nusantara. Grup ini terbentuk pada awal tahun 2019, dan sudah memenangkan beberapa perlombaan musik, salah satunya adalah Lomba Musik Angklung se-Malang Raya.

Pertunjukan malam itu dibuka dengan tembang ciptaan Sunan Kalijaga - Wahyu Kolosebo, kemudian Kidung Rumeksa Ing Wengi dan Sugih Tanpa Banda yang merupakan syair ciptaan kakak dari pahlawan Indonesia RA Kartini yaitu RM Sosrokartono.

Tembang lain yang dikumandangkan juga tembang-tembang dolanan seperti Lir Ilir, Jaranan, Hanoman Obong, Gerajagan Banyuwangi, Cublak-cublak Suweng, Gundul-gundul Pacul, Suwe Ora Jamu.

Namun ada yang spesial pada pertunjukan malam itu,  para seniman musik dan teater itu menyuguhkan lagu Mandarin untuk menyambut perayaan Tahun Baru Cina dan juga akan memberikan edukasi tentang angklung.

hotel-tugu-e.jpg

Dalam pengalaman bersantap malam itu,  tamu dapat menikmati berbagai pilihan makanan nusantara dari restoran Melati seperti, beragam pilhan Nasi Rawon, Nasi Buk, Rendang Padang, Tugu Risjtaffel dan masih banyak lagi. Makan malam ini akan terasa lebih spesial sembari diiringi oleh alunan 33 nada yang dihasilkan oleh alat musik dari Jawa Barat ini.

Hotel Tugu Malang terletak tepat di jantung kota, hanya 5 menit dari Stasiun Kereta Api Kota Malang. Hotel Tugu Malang adalah hotel bintang lima, pemenang penghargaan ‘Certificate of Excellence’ selama 8 tahun berturut-turut.

hotel-tugu-f.jpg

Memiliki koleksi barang-barang seni yang tak ternilai harganya dan menghiasi setiap sudut hotel. Keberadaannya menciptakan suasana klasik peninggalan era kolonial Belanda, tradisi Indonesia yang berabad umurnya, dan juga kebudayaan Jawa Peranakan yang romantis.

Dengan 49 kamar, 2 restoran, serta 5 ruang serbaguna, Hotel Tugu Malang memadukan romatisme budaya dengan kecanggihan fasilitas masa kini. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Richard Wardana, +62341 363891 or +628113634443 malang@tuguhotels.com. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com