Bekerja Terlalu Pagi Tingkatkan Risiko Depresi, Benarkah?

Home / Gaya Hidup / Bekerja Terlalu Pagi Tingkatkan Risiko Depresi, Benarkah?
Bekerja Terlalu Pagi Tingkatkan Risiko Depresi, Benarkah? ILUSTRASI - Bekerja Terlalu Pagi. (FOTO: Glints)

TIMESSEMARANG, JAKARTA – Jam berapa Anda mulai bekerja? Setelah bangun pagi atau beberapa jam setelah bangun pagi? Meski menjadi rutinitas sehari-hari, bekerja terlalu pagi ternyata memiliki dampak untuk tubuh Anda. Sebuah penelitian membuktikan bahwa bekerja terlalu pagi dapat meningkatkan risiko depresi.

Dilansir dari Vemale, para ilmuwan di Oxford University menyebutkan bahwa bekerja di bawah pukul 10 pagi lebih rentan membuat pikiran kacau, stres dan depresi. Terlebih lagi, ketika pekerjaan ini berakhir di waktu yang sangat sore hingga malam.

Para ahli menemukan bahwa bekerja terlalu pagi di depan komputer atau sejenisnya rentan menyebabkan kelelahan fisik maupun psikis. Ini juga rentan meningkatkan risiko sakit kepala dan menyiksa diri sendiri.

Paul Kelly, seorang ilmuwan mengatakan, banyak perusahaan meminta karyawannya mulai bekerja di bawah jam 10 pagi. Padahal ini bisa meningkatkan risiko stres dan depresi pada karyawan. Sebenarnya tubuh dirancang telah memiliki keteraturannya sendiri. Keteraturan atau jam internal ini bisa terganggu ketika dibuat bekerja terlalu pagi. Jika jam kerja tubuh ini terganggu, maka ini akan mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kelly menyarankan agar ada perubahan jam kerja di masyarakat. Menurutnya, memulai jam kerja selepas jam 10 pagi akan lebih baik jika dibandingkan memulai kerja di bawah jam 10. Penelitian yang dilakukannya pada siswa SMA reguler di Monkseaton Inggris ditemukan bahwa siswa yang mulai belajar jam 10 pagi mengalami peningkatan produktivitas sebanyak 19 persen.

Meski penelitian ini membuktikan adanya peningkatan produktivitas jika jam kerja dilakukan di atas jam 10, tetapi sebenarnya semua hasil ini tergantung pada masing-masing individu. Ada juga orang yang lebih produktif di pagi hari karena pikiran lebih tenang dan segar. Kalau Anda lebih memilih yang mana? (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com